• Muslimah LTQ STID Natsir

    Progam Khusus Ibu-ibu Muslimah | bergerak khusus dalam bidang pengembangan kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an. Dengan berbagai program dan kegiatan, LTQ ingin mengajak masyarakat muslim untuk kembali dekat dan akrab dengan Al-Qur’an

  • Dauroh Al-Qur'an

    Kuliah Iftitah Semester Ganjil | Dauroh Metode Menghafal Al-Qur'an bersama KH. Mohammad Nurul Anwar, Lc | Alumni Al-Azhar Cairo Mesir

  • Tahlila

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an I

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an II

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an III

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

Bergerak khusus dalam bidang pengembangan
kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an
Selamat Datang di Situs Resmi LTQ STID Mohammad Natsir - Mulia bersama Al-Qur'an

Friday, April 29, 2016

MHQ Musabaqoh Hifzhul Qur'an (Tingkat TK-SD)



Musabaqoh Hifzhul Qur'an (Tingkat TK-SD)

Sukseskan ... ! MHQ Musabaqoh Hifzhul Qur'an (Tingkat TK-SD)
Pelaksanaan
Ahad, 29 Sya'ban 1437H / 5 Juni 2016

Pendaftaran
1 - 25 Mei 2016

Kontak Person
0857 9694 5514
0813 1667 2846

Progam Menghafal Al-Qur'an 1Hari 1Juz



Ikutilah Progam Menghafal Al-Qur'an 1Hari 1Juz. (Untuk Ikhwan)
Syarat:
Bisa membaca Al-Qur'an
Usia SD-Lansia
Siap mengikuti progam sampai selesai

Pelaksanaan Acara
Jum'at - Sabtu
20-21 Sya'ban 1437 H / 27-28 Mei 2016

Waktu Pendaftaran
1 - 25 Mei 2016

Investasi Peserta
Rp. 150.000,- / orang
(Makan & Snack 3X, Sertifikat, Modul, Penginapan Full AC, Konsultan Tahfizh)

Kontak Person
0877 7917 5500
0813 1667 2846

Tuesday, March 29, 2016

Wisuda Al-Qur'an III

Wisuda Al-Qur'an III


Wisuda Al-Qur'an III: Alumni Jangan Menjadi Bagai Singa di Dalam Hutan, yang tidak menakutkan, singa keluar dari hutan maka ia akan menakutkan bagi lawannya, alumni jangan juga seperti busur yang hanya di dalam sarungnya tetapi busur yang bisa mengenai sasaran ialah yang dipanah, melesat keluar dari sarungnya, jadilah suatu yang bergerak, bermanfaat, bagi perkembangan da'wah al-Qur'an, atau menda'wahkan al-Qur'an. " pesan Mudir LTQ Ustadz Aswan Haidi, M.Pd.i

Monday, March 28, 2016

PERAN STRATEGIS PENGHAFAL AL-QUR’AN DI MASYARAKAT

Peran Strategis Penghafal Al-Qur'an di Masyarakat

Penghafal kitab suci Al-Qur’an berperan strategis di masyarakat. Mereka menjadi imam masjid dan mushalla baik di kota besar maupun pedalaman. Mereka menjadi pendakwah yang hidup bersama masyarakat di seluruh Indonesia.

Ketua Umum DPP Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah, Said Agiel Hussein al-Munawwar menyatakan mereka berperan sebagai figur. Masyarakat kerap merujuk berbagai permasalahan kepada mereka.

Tidak hanya permasalahan agama yang menjadi bidang mereka, hafiz dan qari juga kerap terlibat dalam memecahkan problem sosial. “Ini yang terjadi sejak dulu,” katanya dalam seminar internasional tentang Al-Qur’an di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (13/9).

Penghafal Al-Qur’an kerap memiliki kemampuan membaca kitab suci tersebut dengan menggunakan lagu yang indah didengar. Kemampuan seperti ini menarik perhatian masyarakat luas.
Warga Indonesia yang beragama Islam sangat menghormati mereka karena dinilai menguasai ilmu-ilmu keislaman. Penghafal Al-Qur’an akhirnya dicintai dan disayangi. Apa yang mereka katakan menjadi rujukan masyarakat.

Ketum DPP IPQAH ini menyatakan di tangan mereka Islam didakwahkan sebagai agama yang toleran. Islam mereka dakwahkan sebagai solusi konflik sosial misalkan. Ketika ada bentrokan antar kelompok di kampung, maka merekalah yang hadir untuk mendamaikan masyarakat.

Selain itu, mereka juga dituntut untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cinta Al-Qur’an. Mereka mengajarkan anak-anak mengaji. Setelah pintar mengaji, mereka kemudian mengajarkan anak-anak untuk mampu mengamalkan Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, pemerintah baik pusat maupun daerah memberikan penghargaan lebih kepada mereka,” kata Said.

Di Kalimantan Selatan, paparnya, tidak kurang dari 200 qari dan penghafal Al-Qur’an mendapat bantuan uang insentif Rp 1,5 juta setiap bulan. Kemudian masih ada ratusan, bahkan ribuan lagi yang mendapat bantuan.

Saat ini, berdasarkan data IPQAH, tidak kurang dari 48 ribu penghafal Al-Qur’an tersebar di seluruh Indonesia. Mereka adalah alumni perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Ada yang lahir dari perguruan tinggi di Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan berbagai negara di Timur Tengah. Ada juga yang berasal dari pendidikan perguruan tinggi dalam negeri, yaitu universitas Islam negeri dan institut studi Islam di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan pemerintah terus melakukan pembinaan, karena mereka mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Dia menyatakan masyarakat tidak usah takut atau khawatir untuk menjadi hafiz dan qori.

Para penghafal Al-Qur’an awalnya berperan sebagai imam masjid. “Hafalan mereka bagus sekali,” paparnya. Tidak hanya itu, suara mereka indah didengar. Ketika membaca Al-Qur’an suara mereka membuat hati masyarakat tersentuh, menangis.

MENGAPA TIDAK MENANGIS KETIKA MEMBACA AL-QUR'AN

MENGAPA TIDAK MENANGIS KETIKA MEMBACA AL-QUR'AN
Tahukan anda, mengapa anda tidak menangis saat membaca al-Qur`an?
Sampai kabar kepada Imam Ahmad bin Hanbali bahwa salah seorang muridnya selalu bangun malam dan mengkhatamkan al-Qur`an secara sempurna hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.

Imam Ahmad (A) pun ingin mengajarkannya cara mentadabburi al-Qur`an. Datanglah ia kepada muridnya itu, kemudian berkata: "Aku dengar kamu melakukan ini dan itu..?

Muridnya (M) menjawab: "Ya"
A: "Kalau begitu, coba nanti malam kamu lakukan seperti yang kemarin-kemarin kamu lakukan, tapi saat membaca al-Qur`an, bayangkan kamu membacanya di hadapanku. Atau seakan-akan aku mengawasi bacaanmu.
Keesokan harinya, datanglah si murid, dan Imam Ahmad bertanya hasilnya. Si murid menjawab: "Aku hanya bisa membaca 10 juz saja"
A: "Coba nanti malam baca al-Qur`an seakan-akan kamu membacanya di hadapan Rasulullah SAW"
Keesokan harinya si murid datang lagi dan berkata: "Ya imam, aku hanya sanggup membaca juz 'amma saja"
A: "Nah sekarang, cobalah nanti malam kamu baca al-Qur`an seakan-akan di hadapan Allah 'Azza wa Jalla"
Si murid pun kaget disuruh seperti ini.

Keesokan harinya, si murid datang dengan mata bengkak akibat dari menangis. Imam Ahmad pun bertanya: "Apa yg kamu lakukan anakku?" Si murid menjawab sambil menangis: "Ya imam, demi Allah, sepanjang malam aku tidak bisa menyempurnakan bacaan surat al-Fatihah"

*****

Al-Qur`an adalah kalam Allah kepada kita.. Maka bacalah ia dengan hati, bukan hanya sekedar dengan lisan. Semoga ALLAH mengumpulkan kita di hari kiamat kelak bersama golongan hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuliakan Al-Qur'an. Aamiin.

Sumber: Strawberry

WANITA-WANITA CINA HAFIDZAH 30 JUZ AL-QURAN

Wanita-Wanita Cina Hafidzah 30 Juz Al-Quran
FOTO ini sama sekali bukan pengabadian momen wisuda sebuah perguruan tinggi negeri. Tapi wanita-wanita tersebut adalah wanita-wanita Cina yang baru saja diluluskan menjadi seorang hafidzah Al-Quran.

Seseorang yang hafal Quran selalu istimewa. Apalagi dari Cina. Mengapa dari Cina istimewa?

Wanita-wanita Cina yang telah mendapatkan predikat HAFIDZAH AL-QUR’AN melalui masa-masa sulit. Mereka tidak mampu berbicara Bahasa Arab secara FASIH karena logat bicara yang berbeda.

Akan tetapi mereka menunjukkan bahwa walaupun demikian, terbukti mereka mampu mendapat gelar Hafidzah-hafidzah Al-Qur’an, mendapat sanad, Ijazah dan diwisuda. Subhanallah.

Sebaliknya, lidah orang Indonesia itu sangat fleksibel, berbagai logat bahasa dengan sangat mudah untuk diikuti, akan tetapi sampai sekarang jumlah HAFIDZ dan HAFIDZAH di negeri ini terbatas sekali.

Untuk itu mari kita bangun negri tercinta ini dengan melahirkan generasi2 yang Qur'ani & berakhlaqul karimah, Jangan sampai kita tertinggal oleh negara-negara maju dengan generasi Hafidz-hafidzah yang berkualitas & Unggul

Segera daftarkan putra/i anda untuk menjadikan mereka Hafidz-hafidzah yang berkualitas & Unggul, Serta mencetak pemimpin negeri (dalam segala bidang) yg hafal Qur'an & berkarakter Qur ani.