• Muslimah LTQ STID Natsir

    Progam Khusus Ibu-ibu Muslimah | bergerak khusus dalam bidang pengembangan kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an. Dengan berbagai program dan kegiatan, LTQ ingin mengajak masyarakat muslim untuk kembali dekat dan akrab dengan Al-Qur’an

  • Dauroh Al-Qur'an

    Kuliah Iftitah Semester Ganjil | Dauroh Metode Menghafal Al-Qur'an bersama KH. Mohammad Nurul Anwar, Lc | Alumni Al-Azhar Cairo Mesir

  • Tahlila

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an I

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an II

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an III

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

Bergerak khusus dalam bidang pengembangan
kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an
Selamat Datang di Situs Resmi LTQ STID Mohammad Natsir - Mulia bersama Al-Qur'an

Monday, May 22, 2017

Wisuda Perdana TAHLILA dimeriahkan oleh Ahsani, Juara 1 Hafizh Ciik RCTI




Wisuda Perdana santri TAHLILA (Tahfizhul Qur’an Lil Aulad) pada hari Ahad, 21/5/2017 berlangsung dengan khidmad. Acara ini diselenggarakan di Aula Lantai III Gedung Kampus Dakwah STID M. Natsir. Pada kesempatan kali ini para santri yang diwisudakan adalah mereka yang sudah menyelesaikan hafalan serta mereka yang sudah lulus dari sekolah dasar. Adapun jumlah peserta wisuda yaitu 18 peserta dengan pedikat terbaik, berupa hafalan terbanyak sampai 9 juz. Para wali santri dan peserta lainnya juga turut meramaikan acara. Tak lupa seluruh pengurus LTQ juga menghadiri dan mengapresiasi dengan bangga para wisudawan/wisudawati.
Setelah prosesi wisuda dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan talksow bersama Juara 1 Hafizh cilik Indonesia RCTI, Ahsani Fadhli Ilahi. Dengan ditemani sang Ayah, Ahsani memberikan motivasi kepada para peserta wisuda agar terus senantiasa menambah serta menjaga keistiqomahan dalam menghafal Al-Qur’an.
Sang Ayah melanjutkan dengan membagikan trik atau metode menghafal yang telah diterapkan pada putranya. Yaitu dengan memperdengarkan Al-Qur’an melalui mp3 player atau media lainnya sedini mungkin. Sebagaimana Ahsani, ketika usianya beranjak 6 tahun suda menyelesaikan hafalannya hanya dalam waktu setahun lebih sepuluh bulan.
Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, dan para audien diberikan kesempatan untuk mengetes langsung hafalan Ahsani dengan meilih sembarang ayat di Al-Qur’an, pun Ahsani dengan akurat menjawabnya. Menjelang azan dhuhur, acara wisuda perdana pun di akhiri dengan foto bersama.

Thursday, April 20, 2017

"Seorang Pengajar di LTQ Menjuarai Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) Se-Jabodetabek"

Sabtu, 08 April 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir mengutus Irham Abisono Mahasiswa semester IV dan juga salah satu guru Tahfizh Lembaga Tahfizh dan Tahsin Al-Quran (LTQ) Dewan Da'wah Tambun untuk mengikuti Lomba Hifzhul Al-Qur'an se-JABODETABEK yang diadakan oleh Ma'had Tahfizh Al-Qur'an Darussunnah Pondok Gede Bekasi.
Acara yang dimulai pukul 08.00 di buka oleh Syeikh Muthi', Beliau Ust di Ma'had Darussunnah yang berasal dari Yaman. Beliau menyampaikan maksud acara ini diadakan yaitu agar menyemangati kaum pelajar(Muda) dalam menghafal Al-Qur'an.
Perlombaan dibagi empat kategori yaitu : Kategori TK, Kategori SD, Kategori SMP/SMA, dan Kategori Umum. kategori Umum diikuti sekitar 25 orang dari berbagai utusan masing-masing, salah satunya adalah Irham Abisono mahasiswa STID Moh Natsir.
Perlombaan yang berlangsung sejak jam 09.00-Zuhur terlihat menengangkan, para peserta yang tampil satu persatu sangat memukai dalam menjawab setiap soal dari penguji.
"Alhamdulillah penanpilan Irham Abisono bagus dan lancar dalan menjawab soal dari penguji", Ungkap Ust. Musmardi Afit Badlisyah selaku Dosen STID Moh Natsir dan sekaligus Koordinator Program Tahfizh Al-Quran LTQ Dewan Da'wah yang turut hadir menampinginya.
Penutupan acara di laksanakan setelah zuhur sekaligus penguguman dan pembagian hadiah kepada para juara.
Alhamdulillah Irham Abisono diumumkan menjadi Juara 1 Hifzul Qur'an kategori Umum.
"Semoga kebahagian dengan juara ini bisa memberi semangat menghafal Al-Qur'an bagi peserta Tahfizh di LTQ Dewan Da'wah", Harapan Ust. Musmardi.

#UMA

Wisuda TAHLILA


Assalaamu Alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrohmaanirrohim.

Kepada seluruh Alumni TAHLILA LTQ LPM STID MOHAMMAD NATSIR  dan Santrinya yang akan segera lulus dari Sekolah Dasar agar segera mendaftarkan dirinya sebagai Peserta Wisuda TAHLILA Perdana Yang Insya Allah akan berlangsung pada:

🗓 Hari/ Tanggal:
Ahad,24 Sya'ban 1438 H / 21 Mei 2017 M

⏰ Waktu:
Pukul 09.00 WIB s/d Selesai.

🏢 Tempat:
Gedung STID MOHAMMAD NATSIR
Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah
Jl. Setiamekar Kp. Bulu. Tambun Bekasi

📦 Persyaratan:
  1. Mengisi Formulir Wisuda
  2. Membayar Administrasi WisudaRp. 150.000,-
  3.  Menyerahkan Pas Photo ukuran 3x4  2 lembar, 4x6  2 lembar
  4.  Melunasi administrasi / tunggakan SPP
  5. Calon Wisudawan/ti akan lulus Sekolah Dasar (SD/MI) naik ke Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTS)
  6. Calon Wisudawan/ti adalah Alumni program TAHLILA

­
📜 Daftarkan diri Anda di kantor Sekertariat LTQ LPM STID MOHAMMAD NATSIR sekarang juga.
🚩Batas Akhir Pendaftaran tanggal 10 Sya'ban 1438 H / 7 Mei 2017 M

📝 Buka Setiap Hari dari pukul 08.00-17.00 WIB.

☎ Admin:
Ust. Lalu A : 0852 1521 5630 📞
Ust. Labib : 0853 5534 8415 📞

- Lembaga Tahsin dan Tahfizh (LTQ) LPM STID Mohammad Natsir -

Thursday, March 30, 2017

TALK SHOW bersama LTQ dan Daarul Qur’an









Raudhatul Athfal IQAZ (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) Cilegon, mengadakan perlombaan atau Festifal Al-Qur’an pada Selasa 27 Maret 2017. Dalam rangka Open House sekolah tingkat TK ini bertema “Al-Qur’an Sahabatku” dan sesuai dengan tema ini maka perlombaan yang diadakan semuanya berkaitan dengan Al-Qur’an, berupa: Tahfizh, Tilawah, dan mewarnai kaligrafi. Para pesertanya juga merupakan anak-anak usia sekolah dasar.

Lokasi acara ini bertempat di Ciora Waseh RT 08/02 Kel.Kotasari Kec Grogol Kota Cilegon. Turut hadir dalam acara ini beberapa tokoh penting yaitu Lurah dan dari kedinasan daerah. Adapun acara inti pada festifal ini adalah Talk Show bersama LTQ dan Daarul Qur’an. Dari LTQ pembicaranya adalah sang Mudir yaitu Ustadz Jumroni Ayana, M.Ag sedangkan dari pihak Daarul Qur’an adalah Ust. Syamsun, beliau adalah kepala cabang Daarul Qur’an Kota Cilegon. Yang menjadi pembahasan dalam talk show ini adalah “Mencetak Generasi Qur’ani”. Para audien adalah mereka para orang tua yang membersamai anak-anaknya yang mengikuti lomba. Mereka pun sangat antusias dalam mengikuti talk show serta ada mereka yang bertanya dalam sesi tanya jawab.









Monday, March 6, 2017

LTQ Menghadiri Rakernas dan Tasyakuran Setengah Abad Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Sejak didirikannya Dewan Da’wah pada setengah abad atau lima puluh tahun silam, yakni pada tanggal 26 Februari 1967 silam, tentu telah banyak terselenggaranya program-program dari Dewan Da’wah. Sehingga pada tahun ini (26 Februari 2017) diselenggarakan pula Tasyakuran Setengah Abad Dewan Da’wah kemudian dilanjutkan dengan Rakernas.
Acara ini diselenggarakan di Asrama Haji Pondk Gede Jakarta Timur ini berlangsung selama dua hari dan tiga malam. Acara ini bertajuk “Mengawal Akidah, Merekat Ukhuwah, Menjaga NKRI”. Pun pada kesempatan kali ini dihadiri oleh para utusan wilayah dan cabang DDII dari seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri. Selain itu, DDII juga mengundang para pimpinan ormas Islam, tokoh-tokoh nasional, pejabat negara dan perwakilan duta besar asing di Indonesia.
Hadir dalam acara ini pula Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, budayawan senior Taufiq Ismail, tokoh perempuan asal Malaysia Wan Azizah Wan Ismail, dan lainnya.
Setelah kata sambutan dari beberapa tokoh, dilanjutkan dengan pendeklarasian Pengurus Forum Pemuda Dewan Da’wah. Yaitu forum yang terdiri dari beberapa Alumni Sekolah Tinggi Ilmi Da’wah Mohammad Natsir.












Tuesday, February 14, 2017

Metode Iqra` dan Pencetusnya



         
Hampir semua dari kita belajar membaca Al-Qur`an melalui tahapan Iqro` terlebih dahulu. Buku Iqro` yang terdiri dari enam buah jilid harus kita pelajari satu demi satu hingga lancer dan bisa dilanjutkan dengan membaca Al-Qur`an. Sungguh luar biasa, bayangkan jika kita tidak mempelajari Iqro` terlebih dahulu, namun langsung membaca Al-Qur`an, tentu akan terasa sangat sulit, bukan? Untuk itu, kita bersyukur sekali bisa mengenal huruf terlebih dahulu di dalam Iqro’, kemudian baru bisa melanjutkan untuk membaca  Al-Qur`an setelah melewati ke enam tahapan Iqro’.

Tapi tahukah kita bahwa Iqro` adalah sebuah metode? Sebuah metode untuk belajar membaca Al-Qur`an tingkat dasar? Siapakah pencetus metode ini? Mari kita bahas.

Metode Iqro` ini disusun oleh KH. As’ad Humam. Sosok beliau bisa kita lihat di bagian sampul belakang buku Iqro`. Ya, seorang laki-laki berkaca mata, mengenakan pakaian  serta peci berwarna hitam itu adalah beliau, KH. As’ad Humam.

KH. As’ad Humam yang mempunyai nama asli “As’ad” lahir pada Tahun 1933. Beliau merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Ayahnya bernama H. Humam Siradj dan nama “Humam” inilah yang kemudian diletakan setelah nama “As’ad”. Beliau bersama keluarga tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Keluarga beliau merupakan keluarga wiraswasta, dan beliau sendiri pada masa remajanya merupakan seorang pedagang di Pasar Bringharjo kawasan Malioboro Yogyakarta. Dan profesi inilah yang pada akhirnya mengantarnya berkenalan dengan KH. Dachlan Salim Zarkasyi.

Setelah berkenalan dengan KH. Dachlan Salim Zarkasyi, beliau yang hanya berpendidikan Kelas 2 Madrasah Mualimin Muhamadiyah Yogyakarta (setingkat SLTP) ini tergerak hatinya untuk berperan serta dalam memajukan pendidikan agama, khususnya pelajaran baca tulis Al-Qur’an. maka kemudian beliau ikut bersama KH. Dachlan Salim Zarkasyi untuk mengajar baca tulis Al-Qur’an dengan menggunakan metode Qiroati, sebagaimana yang telah digunakan atau dijalankan oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi selama ini. Selama beliau mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dengan metode Qiroati, beliau telah menganalisa dan menemukan beberapa solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan pencapaian pendidikan bagi mereka yang belajar baca tulis Al-Qur’an. Dari Qiroati ini pula kemudian muncul gagasan-gagasan beliau untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al Quran. Mulailah beliau bereksperimen, dan hasilnya kemudian dicatat, dan diusulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

Namun, beliau tidak mendapatkan kewenangan dari KH. Dachlan untuk memperbaiki metode Qira`ati. Karena menurutnya metode Qiroati adalah metode belajar yang sudah baku, tersendiri, dan tidak boleh dirubah atau dicampuri dengan metode lain. Sehingga pada akhirnya KH As’ad Humam yang bekerjasama dengan Team Tadarrus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarrus “AMM”) Yogyakarta menyusun sendiri sebuah metode cepat belajar membaca Al-Qur’an yang kemudian dinamai dengan metode Iqro`. 

Metode Iqro ini dirangkum dalam enam jilid kitab berukuran saku yang mudah dibawa ke mana-mana, dan bersifat interaktif (siswa belajar dan mengevaluasi sendiri, dengan pengajar menunjukan pengucapan yang benar). Metode Iqro ini telah berhasil meningkatkan kemampuan bagi orang yang belajar baca tulis Al-Qur’an, bahkan tidak sedikit anak yang berumur dibawah usia lima tahun telah mampu membaca Al-Qur’an berkat metode Iqro ini. Dikarenakan Metode Iqro ini dianggap efektif untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an, maka sampai saat ini Metode Iqro ini telah digunakan hampir di seluruh wilayah Indonesia bahkan kini telah juga diajarkan dinegara-negara lain seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan lain-lain.

Metode Iqro` juga adalah satu dari beberapa metode lainnya seperti, Qiro`ati, Baghdadi, Hataiyyah, Al-Barqi, serta metode Kamali. Di Indonesia, sebelum ada metode Iqro`, mayoritas menggunakan metode Qira`ati yang dicetus oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi.

Pada awalnya, pengembangan metode Iqro yang digagas oleh KH As’ad Humam ini hanya perantaraan dari mulut ke mulut, namun karena ketekunan KH. As’ad Umam, metode Iqro mampu dikembangkan secara luas dan diterima baik oleh masyarakat di Indonesia bahkan di dunia internasional, dengan dibantu aktivis yang tergabung dalam Team Tadrus AMM Yogyakarta.

Banyak para penguji mencoba mengadakan pengujian terhadap keakuratan metode ini. Ternyata hasilnya membuktikan, selain sederhana, metode iqro sangat mudah untuk mempelajari Al-Qur’an. Singkatnya, setelah melalui studi banding dan uji coba tersebut, maka pada tanggal 21 Rajab 1408 H, bertepatan dengan tanggal 16 Maret 1988, didirikanlah Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) AMM Yogyakarta. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 16 Ramadhan 1409 H (23 April 1989) didirikan pula Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) AMM Yogyakarta.

Dan pada tahun 1991 Menteri Agama RI, H Munawir Sjadzali MA, TKA /TPA yang didirikan K.H. As’ad Humam di kampung Selokraman Kotagede Yogya sebagai balai litbang LPTQ Nasional. Selanjutnya, perkembangan Iqro’ pun meluasa tidak hanya di di Yogyakarta dan Jawa Tengah saja namun sudah sampai ke pelosok-pelosok tanah air dan mancanegara. Bahkan di Malaysia, metode Iqro ditetapkan sebagai kurikulum wajib di sekolah.

Metode Iqro’ sendiri telah sering  dijadikan objek penelitian. Hasilnya, efektivitas metode Iqro’ dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di TKA-TPA AMM Kotagede Yogyakarta bagi anak usia TK (4,0 – 6,0 tahun) dalam waktu 6–18 bulan sudah mencapai angka 89,9% yang bisa diantarkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. Sedang untuk anak usia SD (mayoritas usia 7,0 – 9,0 tahun) ternyata lebih cepat lagi. Dalam waktu 12 bulan, mayoritas dari mereka (84,31%) telah lancar membaca Al-Qur’an. Waktu yang relatif cepat bila dibandingkan dengan metode (kaidah) Baghdadiyah melalui sistem pengajian “tradisional” yang memerlukan waktu 2–5 tahun.

Kesemuanya itu ternyata mampu menggairahkan kembali umat Islam untuk mempelajari Al-Quran. Bahkan dari data yang ada pada Balai Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) Lembaga Pengajaran Tartil Quran (LPTQ) Nasional di Yogyakarta, tercatat pada tahun 1995 diseluruh Indonesia kurang lebih telah tumbuh unit-unit TKA-TPA sebanyak 30.000 unit dengan santri mencapai 6 juta anak (Balitbang LPTQ Nasional: 1995). Tak hanya di dalam negeri, buku Iqro ini juga sudah dipakai di luar negeri seperti negeri Jiran Malaysia, Singapura, Bruney Darussalam, Arab Saudi, bahkan Amerika.

KH. As’ad Humam semasa hidupnya mengalami penyakit pengapuran tulang belakang. Sehingga sulit bagi beliau untuk berbungkuk, bahkan pun ketika shalat, beliau ruku’ dan sujud hanya dengan isyarat saja. menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun. Penyakit inilah yang dikemudian hari membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya.

Kini, K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah l. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogyakarta tempat beliau mengabdi. Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP). Walaupun demikian, beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua karena kontribusinya dalam Ilmu yang sangat utama. Meskipun beliau telah meninggal dunia, semoga Iqro menjadi ilmu yang bermanfa’at dan menjadi amalan yang tidak pernah putus untuk KH. As’ad Humam dan menambah kebaikan beliau di sisi Allah . Aamiin. (Dikutip dari berbagai sumber.)