• Muslimah LTQ STID Natsir

    Progam Khusus Ibu-ibu Muslimah | bergerak khusus dalam bidang pengembangan kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an. Dengan berbagai program dan kegiatan, LTQ ingin mengajak masyarakat muslim untuk kembali dekat dan akrab dengan Al-Qur’an

  • Dauroh Al-Qur'an

    Kuliah Iftitah Semester Ganjil | Dauroh Metode Menghafal Al-Qur'an bersama KH. Mohammad Nurul Anwar, Lc | Alumni Al-Azhar Cairo Mesir

  • Tahlila

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an I

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an II

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

  • Wisuda Al-Qur'an III

    Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an | LPM STID Mohammad Natsir | Memberantas buta huruf Al-Qur’an, Mencerdaskan Ummat, Membentuk wadah peningkatan interaksi dengan Al-Qur’an, dan Menyebarkan nilai-nilai Qur’ani kepada masyarakat

Bergerak khusus dalam bidang pengembangan
kemampuan menulis, membaca dan menghafal Al-Qur’an

Tuesday, January 9, 2018

LTQ LPM STID M Natsir Sambut Peserta Baru Dengan Kuliah Iftitah

Dalam rangka menyambut peserta baru dan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) semester Genap tahun 2018-2019 M,  STID Mohammad Natsir melalui Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Quran (LTQ) LPM STID M. Natsir menggelar Kuliah iftitah dengan tema; ”Membangun Masyarakat Qur’ani Menuju Peradaban Madani, Ahad (7/1/18). 

Acara yang dihadiri para asatidz dan ribuan peserta LTQ ini berlangsung di kampus B STID Mohammad Natsir Bekasi.

Hadir sebagai pembicara pada kesempatan tersebut adalah Ketua Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Dr. Imam Zamroji.

Dalam tausiyahnya Ustadz Imam menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kekutan umat Islam. Atas dasar itulah orang kafir dengan segala daya dan upayanya akan selalu menjauhkan umat Islam dari  al-Qur’an.

“Orang kafir pada 14 abad yang lalu telah mengetahui dimana letak kekuatan umat Islam. Mereka mengetahui  bagaimana caranya mengalahkan umat Islam, yaitu dengan cara menjauhkan umat Islam dari Al-Qur'an,” ungkapnya

Ustadz yang juga Dosen Tetap STID Mohammad Natsir ini berharap, agar umat Islam tidak hanya  mampu membaca Al-Qur’an, numun juga mampu menulis, kemudian memahami, mengamalkan, dan memasyarakatkan Al-Qur’an.

“Kalau urusan yang pertama yang namanya membaca ternyata masih menjadi PR, bagaimana kita mampu mewujudkan peradaban umat Islam, Al-Qur'an dapat menjadi petunjuk dan merubah kehidupan kita setelah kita memahami, mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an.” Motivasi Pria yang juga peraih gelar doktor di UIKA Bogor ini.

Beberapa menit sebelum mengakhiri tausiyahnya, Ustadz kelahiran Tulung Agung Jatim ini mengutip pengakuan jujur dari Gladstone, seorang petinggi Inggris yang pernah berbicara di gedung perlemen Inggris, "Jangan pernah kalian bermimpi akan bisa menghancurkan umat Islam dengan fisik ataupun senjata, kecuali kalian akan mampu menghancurkan mereka dengan cara menjauhkan mereka dari kitab sucinya."

“Sekali lagi saya ingin katakan dengan tegas bahwa dekatnya umat Islam dengan Al-Qur'an di situlah letak kekutan dan kemuliaannya, namun sebaliknya jauhnya umat Islam dari Al-Qur'an di situlah letak kehinaannya,” seru Ustad Imam yang disambut antusias para peserta. (AM)

Saturday, December 30, 2017

Trailer - Kuliah Iftitah LTQ Semester Genap 1439H

Tuesday, December 26, 2017

Adab Penuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.
Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:
  1. Ikhlas karena Allah.
Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerena Allah I dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah e telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya :
"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah  sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah.
Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya ) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.
  1. Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.
Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk meng-hilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faidah dari ilmu kita.
Apakah disyaratkan untuk memberi mamfaat pada orang lain itu kita duduk dimasjid dan mengadakan satu pengajian ataukah kita memberi mamfa'at pada orang lain dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawaban yang benar adalah yang kedua; karena Rasulullah saw bersabda :"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (HR: Bukhari).
Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.
  1. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at.
Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at. Karena kedudukan syari'at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak berarti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid'ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah e. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor'an dan As-Sunnah.
  1. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.
Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalaan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman shahabat, bahkan pada masa Rasulullah e masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.
  1. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).
  1. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka.
Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.
  1. Mencari kebenaran dan sabar.
Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gasa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai kita mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.

Dikutip dari " Kitabul ilmi" Syaikh Muhammad bin Shalih Al'Utsaimin.(Abu Luthfi)

Tuesday, December 19, 2017

Pendaftaran Program Tahsin 1439/1440H - 2018/2019M Dibuka

Bismillah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur'an (LTQ) LPM STID Mohammad Natsir  MEMBUKA PROGRAM Tahsin AL-QUR'AN (Usia Remaja, Dewasa-LANSIA).  Progam Tahsin ini adalah khusus mempelajari bagaimana cara membaca Al-Qur`an yang baik dan benar dari dasar. Program ini terdiri dari empat tahapan pembelajaran yang berbeda. Yang mana diharapkan kepada peserta bisa mengusai beberapa target lulusan sebagai berikut:

ΓΌ  Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar dan indah sesuai dengan kaedah ilmu Tajwid

ΓΌ  Menguasai teori ilmu Tajwid

ΓΌ  Dapat mengajarkan metode Iqra’ dan Tahsin Tilawah Al-Qur’an

ΓΌ  Mampu menjadi Imam Shalat Rawatib (bagi Ikhwan).


 PERSYARATAN/KRITERIA PESERTA:

      Laki-laki / Wanita  (Usia Remaja, Dewasa-Lansia).

      Lulus Test (Saat Mendaftar).

      Siap mengikuti sistem belajar sesuai kalsifikasi yang ditentukan


 ADMINISTRASI:

✏ Mengisi Formulir (Pendaftaran Rp. 50.000).

✏ Membayar Uang Pangkal Rp. 200.000.

✏ Membayar SPP Rp. 200.000/Semester.

✏ Pas Photo 2x3 dan 3x4, masing-masing 2 lembar.

✏ Menyerahkan Foto Copy Ijazah Terakhir 1 Lembar.


WAKTU BELAJAR:

πŸ“ Hari Sabtu. (Khusus Akhwat)

⏰ Pukul 15.30 (Ba'da Ashar) s/d 17.30 Wib.


πŸ“ Hari Ahad. (Ikhwan/Akhwat)

⏰ Pukul 07.30 s/d 09.30 Wib.

πŸ“ Senin Malam. (Khusus Ikhwan)

⏰ Pukul 19.30 s/d 21.30 Wib.


TEMPAT BELAJAR:

🏠 Gedung Kampus Da'wah STID Mohammad Natsir Lt. 1 dan 2. Jl. Kp Bulu Setiamekar. Tambun Selatan, Bekasi.


CARA MENDAFTAR:

πŸ“– Datang langsung ke Sekretariat LTQ. Gedung Kampus Da'wah STID Mohammad Natsir Lt. 1 dan 2. Jl. Kp Bulu Setiamekar. Tambun Selatan, Bekasi.
πŸ“– Mendaftar secara online klik: Formulir LTQ


πŸ“± Menghubungi Telp. 021 8809444. Wa. 0853 1375 7183 / 0821 6567 2207

Monday, November 13, 2017

LTQ Profile 2017

Saturday, November 4, 2017

Pelaksanaan Daurah Imaamah wal Khithabah Se-Kabupaten Bekasi










Daurah Imamah wal Khithabah Se-Kabupaten Bekasi berjalan dengan khidmat. Para peserta terlihat sangat antusias dengan materi-materi yang disampaikan oleh para pakarnya. Acara yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2017 lalu ini bermula bertempat di masjid Albahr, Pusdiklat Dewan Da’wah , Tambun Bekasi. Namun secara kondisional yang tidak intens maka acara di pindah ke Aula gedung kamppus Da’wah Lantai 3.




Pelatihan ini berlangsung seharian penuh, dimulai pada pukul 08.00-17.00 WIB. Para peserta tetap semangat karena, selain diberikan materi, para peserta juga diizinkan untuk praktek langsung, sebagaimana ketika pada sesi pertama, pelatihan khutbah, ada beberapa peserta yang maju dan tampil untuk praktek khutbah jum’at.




Para peserta yang diundang adalah para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid, yang mana nantinya juga mereka pun orang-orang yang sering berkontribusi di masjid mereka sebagai Imam atau Khatib. Guna untuk menambah wawasan, ilmu serta upgrade skill atau kemampuan dalam menyampaikan syi’ar Islam melalui khutbah atau imam shalat.